Rabu, 17 Juni 2015

air mata ini..

Air mata ini..
Terus saja menggenang..
Seakan-akan pelupuk mata adalah tempat favoritnya untuk bersemayam..
Air mata ini..
Kemudian akan mengalir deras..
Mencari muara rendah untuk kemudian terjatuh bebas..
Air mata ini..
Terus saja membasahi pipi...
Tak ada sedikit pun rasa lelah untuk ingin berhenti...
Air mata ini..
Hadir ketika hati terasa pilu..
Menahan rasa sakit yang kemudian menjadi benalu..
Air mata ini..
Jatuh karena kamu.
Ya, kamu yang mungkin tidak akan pernah membaca tulisan ini.

nb :
Ceritanya lagi iseng nulis puisi..berhubung waktu SMP hobi amat bikin puisi dan skrg udah hampir ga pernah lagi..
Akhirnya kepikiran buat bikin puisi ala-ala galau gitu. Rada sok oke sih sebenernya.
Jadi harap maklum ajaya gaeeesss #sebenernya #numpang #curhat #juga T.T

Sabtu, 16 Mei 2015

Logika atau hati?

Hingga detik ini,
aku masih tidak yakin, apakah aku telah mengambil langkah yang benar.

Berada di tahap ini, justru membuat aku semakin bingung dan bertanya-tanya,
Apakah memang ini yang aku inginkan?

Bagaimanapun, hati dan logika pada saat ini tidak bisa di ajak bekerjasama.
Mereka memberikan jawaban yang berbeda setiap kali aku menanyakan hal yang sama.
Logika ku berkata tidak,
namun hatiku berkata ya.
Logika ku berkata hentikan,
namun hatiku berkata teruskan.

Lantas, jawaban mana yang harusnya aku ikuti?
Siapakah yang pantas dijadikan acuan, hati ataukah logika?

Oh, sungguh. Pertanyaan ini terus berkecamuk di kepalaku dan aku tidak bisa menemukan jawabannya.

Tuhan..
Aku takut langkah yang telah aku ambil merupakan langkah yang salah,
Aku khawatir jalan yang telah aku pilih merupakan jalan yang tidak tepat..

Aku tau, ini belum saatnya.
Aku tau, bukan sekarang waktunya.
Namun, ketidaksabaran ini telah membuat aku lupa akan hal itu.

Dan kini..
Aku telah melangkahi waktu, tanpa tahu ketentuan pasti-Mu..

Dan baiklah,
sekarang aku terjebak.
Aku telah terperangkap.

Hingga saat ini aku tidak tau bagaimana caranya melepaskan.
Aku tidak pernah berani mengatakan apapun.
Sungguh, aku hanya tidak ingin merasakan kehilangan, untuk yang kesekian kalinya.

Aku harap ini yang terakhir,
dan bagaimanapun menyakitkan nya, semoga aku bisa bertahan.

Minggu, 19 April 2015

Putih Abu Takkan Kembali..

Gak terasa udah hampir 4 tahun jadi alumni SMANSA. Dan serius rasanya rindu kali sama segala sesuatu apapun itu yang ada sangkut pautnya nya tentang Smansa. Baik itu keadaan didalam kelas, di luar kelas, lagi ngambil lapak di kantin, pas kumpul di musola, pas lagi ngumpul ekskul, disidang, atau lagi apapun itu. Aku rindu.........dan rindu ini kebangetan :"")

Gak bakalan ada lagi yang kaya gini:

1. Webceman di dalam kelas pas lagi ga ada guru.

2. Main game coret2 tangan

3. Main jari2, yg kalah mukanya di coret pake bedak
                           

4. Main tepuk bottom, yang dapat menimbulkan efek shock selama beberapa saat. (Foto nya ga ada :'')

5. Nyetel2 guru, supaya gak jadi dikasi PR :))

6. Nge-lab, yang seharusnya ngerjain laporan tapi malah berujung foto-foto...


6. Ngerjai PR lesehan..

Gak bakal lagi dijumpai yang beginian...

1. Charger di satu colokan ampe berpuluh2. (dikuliah ga nemu yang beginian, suer deh!)



2. Niat amat demi ngecas hp ampe digantungin gitu 
                           

3. Kawan tidur serasa di springbed.

4. Kawan sok-sokan baca koran, padahal...ya emg lagi baca koran sih wkwk
                            

5. Bergotong royong cem panjat pinang demi menarik layar proyektor wkwk
                                       

6. Ngumpul rame-rame di pojokan gatau tah ngapai :) (mungkin hanya meja, kursi, dinding, dan Tuhan saja yang tau mereka sedang apa)
                        

Sebenernya masih banyak lagi momen-momen lainnya yang ga bakalan bisa dilupain di bangku sekolah. Rasanya rindu pengen pake baju putih abu-abu lagi namun apalah daya sepertinya wajah sudah tidak mendukung-_-

Bagi kalian yang saat ini masih jadi anak sekolahan, nikmatilah waktu kalian dengan sebaik-baiknya. Karena se-menyebalkan apapun sekolah kalian saat ini, s- ngebosenin apapun sekolah kalian saat ini, se-pengen apapun kalian cepat tamat..percayalah, suatu saat kalian pasti akan sangat-sangat merindukannya..karena momen-momen seperti ini ga akan bisa terulang lagi..(yaa kecuali kalok kelen agen FBI atau apalah namanya yakan, jadi mata-mata trus nyamar jadi anak sekolahan..yaa kek-kek gitulaa-,-)

Intinya..
Kalau untuk dikenang..
Ga akan ada habisnya..

Dan foto ini adalah sebagai penutup postingan ku kali ini..


"Putih abu takkan kembali,
3 tahun terindah takkan terulang lagi.."

Jumat, 13 Maret 2015

Hey you..

Rasanya seperti mimpi.

Aku tidak pernah menyangka akan menjadi seperti ini.
Bahkan membayangkan sedetik pun aku tak pernah.

Yang dulunya tak terlihat, kini menjadi suatu objek yang membuat seluruh  indraku bekerja.
Yang dulunya terabaikan, kini menjadi satu-satu nya objek dalam ingatan.
Yang dulunya tak dipedulikan, kini menjadi satu-satu nya yang selalu dikhawatirkan.

Bagaimana bisa menjadi seperti ini entahlah akupun belum menemukan jawabannya.
Pertanyaan-pertanyaan itu masih saja terus berputar tapi tak kutemukan ujung pangkal jawaban di setiap sudut ruang kepala ini.

5 tahun saling mengenal satu sama lain,
namun baru sekarang saling menyadari bahwa ada maksud lain dari pertemuan saat itu..

Bahkan hingga detik ini aku masih tidak percaya.

Apapun itu, terimakasih sudah hadir di dalam hidupku.
Terimakasih telah memberikan warna baru,
Termakasih untuk setiap waktu, senyum, tawa dan kebahagiaan itu..

Selamat bertemu kembali, di hari yang selalu kita tunggu.
Satu pesanku, jangan biarkan aku menunggu terlalu lama..aku sudah tak sabar menantikan kebersamaan kita yang saat ini masih terbatasi..


Selasa, 17 Februari 2015

Aku yang selalu bertanya..

Terkadang, hidup memaksamu memilih, meskipun tak ada pilihan di dalamnya.

Kita tidak akan pernah tau sampai sejauh apa waktu membawa kita menuju kenyataan yang sesungguhnya. Selama masih berada di ketidakpastian, selama itu juga kau akan dibayang-banyangi harapan palsu yang kau ciptakan sendiri.

Entah apa maknanya.

Nyatanya, tidak mudah untuk di mengerti, dan sulit untuk dipahami.
Sama seperti hembusan angin yang terkadang mengandung arti tersendiri bagi alam.

Aku tidak pernah mengerti, apa  maksud Tuhan mempertemukan kita, jika kita tidak di takdirkan untuk bersama. Dan aku selalu bertanya-tanya, apakah pertemuan kita ini memiliki makna tersendiri atau hanyalah merupakan sebuah pertemuan yang tidak berarti.

Bagaimanapun,
Sekarang kau telah hadir di hidupku.

Percayalah, bahwa aku tidak pernah menyangka semua ini terjadi.

Namun, kendati demikian..
Mari kita lihat bagaimana ujung dari cerita ini,
apakah berakhir dengan tawa, atau justru dengan tangisan.



Dari aku yang selalu bertanya-tanya,

arti dari senyuman itu.

Kamis, 01 Januari 2015

Selasa, 09 Desember 2014

Yes, i can!!

Di atas kesedihan ini, aku mencoba tersenyum.
Di balik rasa duka ini, aku berusaha tertawa.
Dan di balik kehilangan ini, AKU INGIN BANGKIT KEMBALI.

Bagaimanapun,
hidup ini terlalu singkat jika hanya dihabiskan untuk menangis.

Dan aku yakin,
orang-orang yang menyayangiku ingin melihatku bahagia.

maka,
tenanglah..

Sesulit apapun itu..
Aku pasti bisa melakukannya..

YES I CAN ! :D
I KNOW I CAN DO IT :D

:D
:D
:D